
Padang, 16 Oktober 2026 – Melanjutkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tahun 2026 yang telah bergulir sejak 9 Oktober 2026 lalu, Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin bersama Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI) Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin kembali menggelar agenda edukatif pada Jumat (16/10/2026). Kali ini, rangkaian kegiatan diisi dengan seminar daring (webinar) bertajuk “Kesehatan Jiwa di Era Digital”, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin, dr. Ardoni, M.M.
Dalam sambutannya, Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin, dr. Ardoni, M.M., membuka kegiatan sekaligus menandai dimulainya webinar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jiwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan berbagi pengetahuan bagi masyarakat untuk memahami berbagai tantangan kesehatan mental di era digital serta menyikapinya secara bijak.
Hadirnya webinar ini memperkaya semarak HKJS 2026 di Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin yang dijadwalkan berlangsung secara estafet hingga 18 Oktober 2026 mendatang. Jika pada agenda-agenda sebelumnya kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas, pada sesi lanjutan ini fokus diarahkan pada penguatan literasi dan edukasi kesehatan mental bagi masyarakat luas.
Berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 14.00 WIB, kegiatan ini diinisiasi untuk merespons tantangan psikologis di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kemajuan dunia digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga memunculkan fenomena baru yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber ahli dan klinisi berpengalaman dari lintas profesi kesehatan jiwa yang mengupas berbagai persoalan kesehatan mental di era modern.
Pada sesi pertama, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Rozi Yuliandi, Sp.KJ, memaparkan materi berjudul “Self Diagnosis: Kenali Diri Bukan Mendiagnosis Diri”. Dalam paparannya, beliau menyoroti maraknya fenomena masyarakat, khususnya pengguna media sosial, yang menyimpulkan sendiri kondisi kesehatan mentalnya hanya berdasarkan informasi yang diperoleh dari internet tanpa melalui pemeriksaan klinis yang tepat.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Psikolog Klinis, Neny Andriani, M.Psi., Psikolog, yang mengangkat topik “Ketika AI Menjadi Teman Curhat: Dependensi Emosional Artificial”. Topik ini mengulas pergeseran perilaku individu yang mulai menjadikan teknologi kecerdasan buatan sebagai tempat mencurahkan isi hati, serta potensi risiko ketergantungan emosional yang dapat memengaruhi kemampuan membangun dan mempertahankan relasi sosial di dunia nyata.
Rangkaian materi ditutup oleh Perawat Spesialis Keperawatan Jiwa, Ns. Sujarwo, M.Kep., Sp.Kep.J, dengan topik “Strategi Resiliensi di Era Digital”. Beliau membagikan langkah-langkah praktis dan adaptif bagi masyarakat dalam membangun ketangguhan mental (resiliensi), mengelola stres akibat paparan arus informasi (information overload), serta menjaga keseimbangan kehidupan di dunia maya dan dunia nyata.
Antusiasme peserta dalam mengikuti agenda lanjutan HKJS 2026 ini terlihat dari keterlibatan mereka hingga sesi tanya jawab berlangsung. Selain memperoleh wawasan langsung dari para pakar dan klinisi serta e-certificate, kegiatan juga semakin semarak dengan pembagian berbagai doorprize menarik bagi peserta yang aktif berinteraksi.
Melalui webinar kolaboratif ini, Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin bersama DPK PPNI Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Saanin berharap edukasi kesehatan jiwa dapat terus berkesinambungan hingga puncak rangkaian kegiatan HKJS 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk semakin mengenali kondisi kesehatan mental, memanfaatkan teknologi digital secara bijak, serta bersama-sama mewujudkan Indonesia Sehat Jiwa.